
Kampung Swastika Buana
Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah - 18
I WAYAN EDI CANDRA | 21 April 2022 | 193 Kali Dibaca

Artikel
I WAYAN EDI CANDRA
22 21-0 22:21:06
193 Kali Dibaca
Raden Ajeng Kartini atau R. A. Kartini adalah satu dari sederet pahlawan perempuan nasional yang meninggalkan jasa besar untuk Negeri. Ia dikenal sebagai tokoh utama emansipasi wanita di Indonesia.Mengalami banyak rintangan tidak membuat Kartini berhenti berjuang untuk kesetaraan antara perempuan dan laki-laki kala itu. Kartini membuktikan peran perempuan Indonesia tidak kalah penting dari kaum lelaki
Lalu, bagaimana latar belakang lahirnya Hari Kartini? Simak ulasan tentang sosok Kartini dan perjuangannya berikut ini.
Keluarga R. A. Kartini
Sejarah Hari Kartini yang Menginspirasi Perempuan Indonesia
Raden Kartini adalah anak perempuan tertua yang berasal dari keluarga ningrat Jawa. Ayahnya seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Sosriningrat. Sedangkan sang Ibu bernama M.A. Ngasirah yaitu putri anak dari seorang guru agama di Teluwakur, Jepara. Karena hal ini, Kartini dianggap sebagai kaum priayi atau kelas bangsawan pada masa itu.
Tidak hanya terpandang, keluarga Kartini dikenal cerdas. Sang kakek, Pangeran Ario Tjondronegoro IV adalah sosok cerdas yang diangkat menjadi bupati di usia 25 tahun. Begitupun dengan kakak Kartini bernama Sosrokartono yang ahli dalam bidang bahasa.
Perjalanan Hidup R. A. Kartini
Sampai usianya menginjak 12 tahun, Kartini duduk di bangku sekolah bernama Europeesche Lagere School atau ELS. Pada zaman kolonial Hindia Belanda di Indonesia, sekolah ini hanya diperuntukan bagi anak-anak keturunan Eropa, timur asing atau pribumi dari tokoh terkemuka. Selain itu, ELS mewajibkan murid-muridnya berbahasa Belanda untuk keseharian. Beruntungnya, bahasa Belanda menjadi salah satu pelajaraan kesukaan Kartini.
Sayangnya, sekolah yang dijalani Kartini tidak dapat berlangsung lama karena ia dipingit dan harus tinggal di rumah. Tak hanya berdiam diri, Kartini memilih belajar sendiri, membaca, dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya bernama Rosa Abendanon. Kartini pun tertarik dengan kemajuan berpikir perempuan Eropa dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa yang dibacanya.
Tidak lama kemudian, Kartini menikah dengan Bupati Rembang Raden Adipati Joyodiningrat pada tanggal 12 November 1903. Mengerti akan keinginan Kartini, suaminya memberi kebebasan dan mendukungnya dalam mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang. Kini, Gedung tersebut disebut sebagai Gedung Pramuka.
Dari pernikahannya, Kartini memiliki anak pertama sekaligus menjadi anak terakhirnya yang lahir pada tanggal 13 September 1904 bernama Soesalit Djojoadhiningrat. Empat hari pasca melahirkan, Kartini menghebuskan nafas terakhir tepatnya tanggal 17 September 1904. Diketahui umurnya kala itu baru menginjak 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang, Jawa Tengah.
Walaupun sudah tiada, karya tulisan Kartini berhasil dikumpulkan oleh sahabatnya yang ada di Belanda. Sahabatnya tersebut juga menerbitkan karya tulisan Kartini dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang.
Dalam buku tersebut terdapat sejumlah kutipan inspiratif yang menginspirasi kaum perempuan Tanah Air. Karena perjuangannya ini, Kartini dianggap sebagai pahlawan dalam emansipasi perempuan di Indonesia.
Salah satu kutipan fenomenalnya yaitu Semboyan Kartini yang berbunyi, "Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat 'Aku mau!' membuat kita mudah mendaki puncak gunung."
Lahirnya Hari Kartini
Sesuai dengan ketetapan Presiden RI, Ir. Soekarno, melalui surat No.108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964 menetapkan R. A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Di surat yang sama, Soekarno juga menetapkan peringatan Hari Kartini sebagai hari besar Nasional yang jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya. Tanggal tersebut dipilih sesuai dengan hari lahir Kartini.
Hari Kartini biasanya diperingati dengan melakukan upacara bendera di berbagai instasi. Dilengkapi pula dengan parade mengenakan pakaian adat daerah masing-masing sebagai lambang Bhineka Tunggal Ika.
Semangat ini senantiasa lah kita maksimalkan di kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kualitas dan kuantitas untuk Kartini di masa depan.
Komentar Facebook
Statistik Desa

Populasi
1291

Populasi
1335

Populasi
2626
1291
LAKI-LAKI
1335
PEREMPUAN
2626
TOTAL
Aparatur Kampung

Kepala Desa
MADE RIMBAWA PUTRA, S.E

Sekertaris Kampung
I WAYAN EDI CANDRA.SP.D.MM

Kasi Pemerintahan
PUTU SUWARATNYANA, SE

Kasi Kesejahteraan
NENGAH SUKARTA A.Md

Kasi Pelayanan
I NYOMAN TRIAWAN ANGGRIANA

Kaur Keuangan
I GEDE SASTRAWAN A.MD

Kaur Umum dan Perencanaan
KOMANG ADI WIDIYANTA S.Kom

Kepala Dusun Eka Sari
KT. SADA

Kepala Dusun Merta Sari
WAYAN ARNATA

Kepala Dusun Sumber Sari
NENGAH SUARDANA

Kepala Dusun Wana Sari
WAYAN KAJI

Kordinator Team Smart Village
KETUT SUPARSIH

Operator Team Smart Village
KADEK WAHYU FERNANDA

Operator Kampung
WAYAN SUTARMI

Staff Kampung
JUMIATI

Operator Team Smart Village
I MADE ARNAWAN

Office Boy
KETUT SUTAMA



Kampung Swastika Buana
Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, 18
Hubungi Perangkat Kampung untuk mendapatkan PIN
Masuk
Arsip Artikel

8.924 Kali
Pemerintah Kampung Swastika Buana Menerima Kunjungan Mahasiswi Cantik Dari Universitas Lampung

5.493 Kali
KETUT DEWI NADI.ST Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Swastika Buana

4.924 Kali
Penguatan Team Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kampung Swastika Buana

4.787 Kali
Desinfektan sebagai upaya pencegahan Penularan Covid-19 di kampung Swastika Buana

4.709 Kali
kampung Swastika Buana mengikuti bimbingan teknis Desa Antikorupsi KPK RI Tahun 2024

4.639 Kali
PELAKSANAAN HUT-RI YANG KE-77 DI KAMPUNG SWASTIKA BUANA

4.541 Kali
Kegiatan Posyandu Kampung Swastika Buana


48 Kali
Pemerintah Kampung Swastika Buana Ucapkan Selamat atas Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Periode 2025-2030


27 Kali
Pemerintah Kampung Swastika Buana Ucapkan Selamat atas Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah Periode 2025-2030


22 Kali
Kegiatan Posyandu di Kampung Swastika Buana: Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat


25 Kali
Kelas Ibu Hamil Bersama Bidan Desa: Edukasi dan Persiapan Menyambut Buah Hati


39 Kali
Sosialisasi Pembuatan Karbol Oleh KKN UNILA di Kampung Swastika Buana


62 Kali
Kampung Swastika Buana Meriahkan Hari Suci Siwaratri


51 Kali
Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Lampung Tengah Bapak dr.H Ardito Wijaya,M.KM & I Komang Koheri.SE Meninjau Kawasan Wisata Danau Tirta Gangga
Sinergi Program
Agenda

Belum ada agenda terdata
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini | : | 192 |
Kemarin | : | 459 |
Total | : | 401,342 |
Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
IP Address | : | 3.145.51.214 |
Browser | : | Mozilla 5.0 |
Jam Kerja
Hari | Mulai | Selesai |
---|---|---|
Senin | 08:00:00 | 16:00:00 |
Selasa | 08:00:00 | 16:00:00 |
Rabu | 08:00:00 | 23:00:00 |
Kamis | 08:00:00 | 16:00:00 |
Jumat | 08:00:00 | 00:00:00 |
Sabtu | Libur | |
Minggu | Libur |
Kirim Komentar