Kampung Swastika Buana

Kecamatan Seputih Banyak
Kabupaten Lampung Tengah - Lampung

Artikel

R.a Kartini yang selalu menginspirasi

I WAYAN EDI CANDRA

22 21-0 22:21:06

193 Kali Dibaca

Raden Ajeng Kartini atau R. A. Kartini adalah satu dari sederet pahlawan perempuan nasional yang meninggalkan jasa besar untuk Negeri. Ia dikenal sebagai tokoh utama emansipasi wanita di Indonesia.Mengalami banyak rintangan tidak membuat Kartini berhenti berjuang untuk kesetaraan antara perempuan dan laki-laki kala itu. Kartini membuktikan peran perempuan Indonesia tidak kalah penting dari kaum lelaki

Lalu, bagaimana latar belakang lahirnya Hari Kartini? Simak ulasan tentang sosok Kartini dan perjuangannya berikut ini.

 

Keluarga R. A. Kartini

Sejarah Hari Kartini yang Menginspirasi Perempuan Indonesia 

Raden Kartini adalah anak perempuan tertua yang berasal dari keluarga ningrat Jawa. Ayahnya seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Sosriningrat. Sedangkan sang Ibu bernama M.A. Ngasirah yaitu putri anak dari seorang guru agama di Teluwakur, Jepara. Karena hal ini, Kartini dianggap sebagai kaum priayi atau kelas bangsawan pada masa itu.

Tidak hanya terpandang, keluarga Kartini dikenal cerdas. Sang kakek, Pangeran Ario Tjondronegoro IV adalah sosok cerdas yang diangkat menjadi bupati di usia 25 tahun. Begitupun dengan kakak Kartini bernama Sosrokartono yang ahli dalam bidang bahasa.

Perjalanan Hidup R. A. Kartini

Sampai usianya menginjak 12 tahun, Kartini duduk di bangku sekolah bernama Europeesche Lagere School atau ELS. Pada zaman kolonial Hindia Belanda di Indonesia, sekolah ini hanya diperuntukan bagi anak-anak keturunan Eropa, timur asing atau pribumi dari tokoh terkemuka. Selain itu, ELS mewajibkan murid-muridnya berbahasa Belanda untuk keseharian. Beruntungnya, bahasa Belanda menjadi salah satu pelajaraan kesukaan Kartini.

Sayangnya, sekolah yang dijalani Kartini tidak dapat berlangsung lama karena ia dipingit dan harus tinggal di rumah. Tak hanya berdiam diri, Kartini memilih belajar sendiri, membaca, dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya bernama Rosa Abendanon. Kartini pun tertarik dengan kemajuan berpikir perempuan Eropa dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa yang dibacanya.

Tidak lama kemudian, Kartini menikah dengan Bupati Rembang Raden Adipati Joyodiningrat pada tanggal 12 November 1903. Mengerti akan keinginan Kartini, suaminya memberi kebebasan dan mendukungnya dalam mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang. Kini, Gedung tersebut disebut sebagai Gedung Pramuka.

Dari pernikahannya, Kartini memiliki anak pertama sekaligus menjadi anak terakhirnya yang lahir pada tanggal 13 September 1904 bernama Soesalit Djojoadhiningrat. Empat hari pasca melahirkan, Kartini menghebuskan nafas terakhir tepatnya tanggal 17 September 1904. Diketahui umurnya kala itu baru menginjak 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang, Jawa Tengah.

Walaupun sudah tiada, karya tulisan Kartini berhasil dikumpulkan oleh sahabatnya yang ada di Belanda. Sahabatnya tersebut juga menerbitkan karya tulisan Kartini dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang.

Dalam buku tersebut terdapat sejumlah kutipan inspiratif yang menginspirasi kaum perempuan Tanah Air. Karena perjuangannya ini, Kartini dianggap sebagai pahlawan dalam emansipasi perempuan di Indonesia.

Salah satu kutipan fenomenalnya yaitu Semboyan Kartini yang berbunyi, "Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat 'Aku mau!' membuat kita mudah mendaki puncak gunung."

Lahirnya Hari Kartini

Sesuai dengan ketetapan Presiden RI, Ir. Soekarno, melalui surat No.108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964 menetapkan R. A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Di surat yang sama, Soekarno juga menetapkan peringatan Hari Kartini sebagai hari besar Nasional yang jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya. Tanggal tersebut dipilih sesuai dengan hari lahir Kartini.

Hari Kartini biasanya diperingati dengan melakukan upacara bendera di berbagai instasi. Dilengkapi pula dengan parade mengenakan pakaian adat daerah masing-masing sebagai lambang Bhineka Tunggal Ika.

Semangat ini senantiasa lah kita maksimalkan di kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kualitas dan kuantitas untuk Kartini di masa depan.

 

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Kampung

Kepala Desa

MADE RIMBAWA PUTRA, S.E

Sekertaris Kampung

I WAYAN EDI CANDRA.SP.D.MM

Kasi Pemerintahan

PUTU SUWARATNYANA, SE

Kasi Kesejahteraan

NENGAH SUKARTA A.Md

Kasi Pelayanan

I NYOMAN TRIAWAN ANGGRIANA

Kaur Keuangan

I GEDE SASTRAWAN A.MD

Kaur Umum dan Perencanaan

KOMANG ADI WIDIYANTA S.Kom

Kepala Dusun Eka Sari

KT. SADA

Kepala Dusun Merta Sari

WAYAN ARNATA

Kepala Dusun Sumber Sari

NENGAH SUARDANA

Kepala Dusun Wana Sari

WAYAN KAJI

Kordinator Team Smart Village

KETUT SUPARSIH

Operator Team Smart Village

KADEK WAHYU FERNANDA

Operator Kampung

WAYAN SUTARMI

Staff Kampung

JUMIATI

Operator Team Smart Village

I MADE ARNAWAN

Office Boy

KETUT SUTAMA

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Kampung Swastika Buana

Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, 18

Komentar

Anak Perantauan

23 November 2024 04:21:13

Manyala Kampung halamanku.... tetap jaga kebaikan ...

Maju Terus Kampung Swastika Buana

22 November 2024 17:46:52

teruslah berbenah untu kemajuan kampung swastika buana...

Ketut Astawa

27 Oktober 2024 08:50:03

maju terus Swastika buana...

Made Swartane

27 Oktober 2024 08:45:17

Baik...

Anonymous

22 Agustus 2024 05:57:37

Semangat Seputih Banyak ...

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:192
Kemarin:459
Total:401,342
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:3.145.51.214
Browser:Mozilla 5.0

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 23:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 00:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Transparansi Anggaran

APBK 2025 Pelaksanaan

APBK 2025 Pendapatan

APBK 2025 Pembelanjaan

Lokasi Kantor Kampung

Latitude:
Longitude:

Kampung Swastika Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah - 18

Buka Peta

Wilayah Kampung