Kampung Swastika Buana

Kecamatan Seputih Banyak
Kabupaten Lampung Tengah - Lampung

Artikel

Kampung Siaga Menuju Rumah Desa Sehat Menurut Dr. Wayan Widyana

I WAYAN EDI CANDRA

21 07-0 23:26:41

549 Kali Dibaca

Sabtu, 08 mei 2021

Reporter : Ketut Suparsih

Pagi yang sangat cerah ini kita berkesempatan hadir di kediaman rumah seorang dokter mendengarkan cerita dari salah satu Putra Tokoh Kampung bapak Wayan Mupu yakni dr. Wayan Widyana, beliau adalah generasi sukses di Kampung Swastika Buana yang saat ini menjadi pimpinan disalah satu Rumah Sakit Umum Daerah di satu kabupaten, di kampung Swastika Buana mungkin sudah tidak asing lagi, di kesempatan ini Kita berbincang-bincang terkait pentingnya kesehatan masyarakat di kampung Swastika Buana di tengah pandemi covid-19.

Sebelum berbincang-bincang lagi kita tanyakan dlu tentang keluarga yang selalu Mendukung karir beliau? Beliau menjawab " Saya sudah berkeluarga Memiliki Istri Cukup Satu dan Baru memiliki dua orang Putri serta satu orang Putra. . Beliau Nampaknya Pandai Bercanda" . . . . . berikut nama keluarga beliau: 
Nama: dr.Wayan Widyana
Istri : Sayu Made Lisdawati, SE
Anak: 
1. Ni Putu Chelsia Widyana (13th)
2. Ni Made Amberley Widyana (11th)
3. Komang Agsthya Arya Widyana (4,5th)
Di kesempatan yang baik ini lebih lanjut bercerita atau memaparkan pentingnya kampung Siaga kesehatan menuju Rumah Yang Sehat bagi masyarakat kampung terkhusus di kampung Swastika Buana

Berbicara Kampung atau Desa pada hakikatnya merupakan sama,terkait program - Program yang ada serta di gulirkan secara Nasional mungkin kita khususkan saja Desa yang bersifat Umum, sesuai program Kesehatan yang selama ini sudah banyak di pahami untuk dapat mewujudkan Program Desa Siaga Menuju rumah desa sehat. 
Kita pahami dulu Desa Siaga kesehatan adalah desa yg penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.
Berbicara Desa siaga aktif Yaitu: 
1. Penduduknya dapat mengakses dgn mudah pelayanan kesehatan dasar.
2. Penduduknya Mengembangkan UKBM dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat.

Dalam Pelayanan kesehatan dasar meliputi
 - pelayanan kesehatan utk ibu hamil
- Pelayanan kesehatan utk ibu menyusui
- pelayanan kesehatan Anak
- penemuan dan penanganan penderita penyakit. 

Unsur-unsur yg harus di penuhi dalam pengembangan Desa Siaga aktif
1. Keberadaan dan keaktifan Forum Desa
2. Keberadaan dan keaktifan kader pemberdayaan masyarakat.
3. Akses Faskes yg mudah bagi masyarakat.
4. Terselenggaranya Pendanaan utk pengembangan Desa Siaga aktif.
5. Keberadaan dan keaktifan UKBM.
6. Adanya peran serta aktif dari organisasi kemasyarakatan.
7. Adanya Peraturan tingkat desa yg Melandasi pengembangan Desa Siaga Aktif.
8. Adanya pembinaan PHBS di rumah tangga.
9. Adanya data tentang kesehatan. 

Terdapat juga UKBM yaitu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat, Merupakan bentuk fasilitas pelayanan kesehatan yg di kelola oleh masyarakat. 
Beberapa bentuk UKBM yg di kenal adalah Posyandu (pos pelayanan terpadu), Polindes (pondok bersalin desa) dan Desa Siaga.

Untuk membantu pemerintah desa dalam pengelolaan sumberdaya manusia utamanya di bidang kesehatan agar terbentuk Rumah Desa Sehat. 
Rumah Desa Sehat (RDS) adalah sekretariat bersama bagi para pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan desa di bidang kesehatan, yg berfungsi sbg ruang literasi kesehatan, pusat penyebaran informasi kesehatan dan Forum Advokasi kebijakan di bidang kesehatan. 
Yang di maksud dgn pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan desa adalah kader posyandu, guru PAUD, kader kesehatan, dan berbagai kelompok masyarakat yg peduli dlm upaya pencegahan stunting, dan sangat disyukuri di kampung Swastika Buana yang kita cintai ini tidak terdapat Perlambatan pertumbuhan Anak (Stunting).

RDS ( Rumah Desa Sehat ) memiliki /mempunyai fungsi sebagai:
1.pusat informasi pelayanan sosial dasar di desa khususnya bidang kesehatan.
2.Ruang literasi kesehatan di desa.
3.wahana komunikasi, informasi, edukasi tentang kesehatan di desa.
4.Forum Advokasi kebijakan pembangunan desa di bidang kesehatan  dan
5.Pusat pembentukan dan pengembangan kader pembangunan manusia.

bila kita renungkan Pembentukan dan Penetapan*
Setiap desa di kabupaten/kota lokasi prioritas pencegahan stunting di harapkan membentuk RDS. RDS di bentuk berdasarkan hasil musyawarah desa.
Agenda musyawarah di maksud adalah membahas dan menyepakati anggota RDS yg berasal dari unsur pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan desa serta pengurus harian RDS. Pembentukan RDS di tetapkan dgn surat keputusan kepala desa.

 *Kegiatan-kegiatan Rumah Desa Sehat*
Pusat Pembelajaran Masyarakat
RDS merupakan sebuah pusat pembelajaran masyarakat bidang kesehatan di desa. Materi pembelajaran kesehatan antara lain: pelatihan kesehatan ibu dan anak, gizi, promosi kesehatan, pengasuhan anak usia 0-2thn, sanitasi lingkungan, pencegahan penyakit (penyakit menular, penyakit seksual, HIV/AIDS, tuberkulosis, hipertensi, Diabetes melitus dan gangguan jiwa). 

Literasi kesehatan
RDS merupakan ruang literasi desa, kegiatan literasi desa meliputi: pembentukan perpustakaan bidang kesehatan, seminar dan diskusi tentang kesehatan, dan pengembangan beragam inovasi tentang peningkatan upaya preventif dan promotif bidang kesehatan di desa.

Penyebaran Informasi Kesehatan
Masyarakat di desa mempunyai hak utk mendapatkan informasi kesehatan agar seseorang, keluarga, atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dlm pembangunan kesehatan di desa. 
Informasi kesehatan yg di sebar luaskan kpd masyarakat desa antara lain: kesehatan ibu dan anak, pelayanan gizi terintegrasi, penyediaan air bersih dan sanitasi, pengasuhan anak usia 0-2thn, kebijakan konvergensi, pencegahan stunting.

Promosi Kesehatan
Salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di desa adalah meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perubahan perilaku masyarakat di maksud sangat di tentukan oleh intensitas promosi kesehatan yg di berikan kpd rumah tangga sasaran. PHBS merupakan bentuk pemecahan masalah-masalah kesehatan, berupa masalah kesehatan yg di derita pd saat sekarang maupun masalah kesehatan yg berpotensi mengancam kehidupan di masa yg akan datang.

Bentuk Kegiatan PHBS di Desa Meliputi
1.Masyarakat aktif melaporkan segera kpd kader/petugas kesehatan, jika mengetahui dirinya, keluarga nya, temannya atau tetangga nya menderita penyakit menular.
2.Pergi berobat atau membawa orang lain berobat ke poskesdes/Pustu/pusksms bila terserang penyakit.
3.Memeriksakan kehamilan secara teratur kpd petugas kesehatan.
4.Ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah semasa hamil dan nifas.
5.Makan-makanan yg beraneka ragam dan bergizi seimbang.
6.Mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.
7.Menggunakan Garam beryodium setiap kali memasak.
8.Mengarahkan pertolongan persalinan kpd tenaga kesehatan.
9.Mengkonsumsi kapsul Vitamin A bagi ibu nifas.
10.Memberi ASI eksklusif kpd bayi usia 0-6bln.
11.Memberikan makan pendamping ASI.
12.Memberi Kapsul Vitamin A untuk bayi dan balita setiap bln Februari dan Agustus.
13.Menimbang berat badan bayi dan balita secara teratur serta menggunakan KMS atau buku KIA utk memantau pertumbuhan.
14.Membawa bayi dan anak serta usia subur utk di imunisasi.
15.Tersedianya oralit dan Zink utk menanggulangi diare.
16.Menyediakan ambulan desa kendaraan untk pertolongan dlm keadaan darurat.
17.Menghimpun dana masyarakat desa utk kepentingan kesehatan, termasuk bantuan bagi pengobatan dan persalinan.
18.Menjadi peserta (akseptor) aktif keluarga berencana.
19.Menggunakan air bersih utk keperluan sehari-hari.
20.Mencuci tangan dgn air bersih dan sabun.
21.Menggunkan jamban sehat.
22.Mengupayakn tersedianya sarana sanitasi dasar dan menggunakan nya.
23.Memberantas jentik-jentik nyamuk.
24.Mencegah terjadinya percemaran lingkungan, baik di rumah, desa/kelurahan, maupun di lingkungan pemukiman.
25.Melakukan aktifitas fisik sehari-hari.
26.Tidak merokok, minum-minuman keras, madat, dan menyalahgunakan Nafsa serta bahan berbahaya lainnya.
27.Memanfaatkan UKBM, poskesdes, Pustu, pusksms atau sarana kesehatan lainnya.
28.Pemanfaatan pekarangan utk taman obat keluarga (TOGA) dan warung hidup di halaman masing-masing rumah atau secara bersama-sama (kolektif).
29.Melaporkan kematian.
30.Mempraktekan PHBS lain yg di anjurkan.
31.Saling mengingatkan utk mempraktekkan PHBS.

Advokasi Kebijakan Pembangunan Desa di Bidang Kesehatan
RDS merupakan Forum bagi Masyarakat desa utk memperkuat daya tawar dalam mengadvokasi kebijakan pembangunan Desa utk pemenuhan akses layanan kesehatan di maksud Antara lain: Identifikasi dan analisis basis data Layanan dasar, musyawarah dusun dan diskusi tematik (termasuk tentang review perencanaan Desa), Fasilitas kegiatan usaha kesehatan berbasis masyarakat (UKBM), Kunjungan keluarga Rentan, Penyusunan SPM desa, Pengembangan Media Komunikasi, dan sebagainya.
Itu mungkin yang bisa saya ceritakan terkait Rumah Desa Sehat (RDS), berbicara dengan Semua program-program yang telah di lakukan oleh pemerintah kampung Swastika Buana tentunya harus kita Apresiasi karena sudah sesuai dengan yang kita harapkan, terlebih di fase pandemi covid-19 ini merupakan Fase yang sangat sulit, untuk itu marilah kita bersama - Sama menjaga kesehatan seusai arahan dan sosialisasi yang selalu di lakukan oleh pimpinan tertinggi di kampung Swastika Buana sekaligus Ketua Gugus tugas Covid-19 Bapak MADE RIMBAWA PUTRA.SE  di Dalam setiap kesempatan dengan cara: 
1. Memakai masker.
2. Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
3. menjaga Jarak.
4. Menghindari interaksi yang berlebihan.
5.Menjauhi kerumunan

Mari kita dukung penuh Semua progam - Program yang telah di agendakan oleh pemerintah kampung Swastika Buana menuju kampung yang Mandiri,maju dan berdaya saing serta jaga kesehatan diri kita dan keluarga kita dari penularan Covid-19.
Salam Sehat....

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Kampung

Kepala Desa

MADE RIMBAWA PUTRA, S.E

Sekertaris Kampung

I WAYAN EDI CANDRA.SP.D.MM

Kasi Pemerintahan

PUTU SUWARATNYANA, SE

Kasi Kesejahteraan

NENGAH SUKARTA A.Md

Kasi Pelayanan

I NYOMAN TRIAWAN ANGGRIANA

Kaur Keuangan

I GEDE SASTRAWAN A.MD

Kaur Umum dan Perencanaan

KOMANG ADI WIDIYANTA S.Kom

Kepala Dusun Eka Sari

KT. SADA

Kepala Dusun Merta Sari

WAYAN ARNATA

Kepala Dusun Sumber Sari

NENGAH SUARDANA

Kepala Dusun Wana Sari

WAYAN KAJI

Kordinator Team Smart Village

KETUT SUPARSIH

Operator Team Smart Village

KADEK WAHYU FERNANDA

Operator Kampung

WAYAN SUTARMI

Staff Kampung

JUMIATI

Operator Team Smart Village

I MADE ARNAWAN

Office Boy

KETUT SUTAMA

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Kampung Swastika Buana

Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, 18

Komentar

Anak Perantauan

23 November 2024 04:21:13

Manyala Kampung halamanku.... tetap jaga kebaikan ...

Maju Terus Kampung Swastika Buana

22 November 2024 17:46:52

teruslah berbenah untu kemajuan kampung swastika buana...

Ketut Astawa

27 Oktober 2024 08:50:03

maju terus Swastika buana...

Made Swartane

27 Oktober 2024 08:45:17

Baik...

Anonymous

22 Agustus 2024 05:57:37

Semangat Seputih Banyak ...

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:210
Kemarin:459
Total:401,360
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:18.224.246.252
Browser:Mozilla 5.0

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 23:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 00:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Transparansi Anggaran

APBK 2025 Pelaksanaan

APBK 2025 Pendapatan

APBK 2025 Pembelanjaan

Lokasi Kantor Kampung

Latitude:
Longitude:

Kampung Swastika Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah - 18

Buka Peta

Wilayah Kampung